BACKUP , RECOVERY DAN
DOWNTIME
manager pemulihan, memperbolehkan
sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah
terjadinya kesalahan.
Teknik
Pemulihan :
defered upate / perubahan yang ditunda :
perubahan pada DB tidak akan berlangsung sampai transaksi ada pada poin
disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka tidak akan terjadi perubahan,
tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah akibat dari kegagalan tersebut.
Immediate Upadate / perubahan langsung :
perubahan pada DB akan segera tanpa harus menunggu sebuah transaksi tersebut
disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan operasi UNDO untuk melihat apakah
ada transaksi yang telah disetujui sebelum terjadi kegagalan.
Shadow Paging : menggunakan page bayangan
imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel yang sama, yang satu menjadi tabel
transaksi dan yang lain digunakan sebagai cadangan. Ketika transaksi mulai
berlangsung kedua tabel ini sama dan selama berlangsung tabel transaksi yang
menyimpan semua perubahan ke database, tabel bayangan akan digunakan jika
terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak membutuhkan REDO atau UNDO,
kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Pengertian
Dan Jenis Downtime Hosting.
downtime hosting adalah keadaan dimana web
anda tidak bisa diakses dalam waktu tertentu. Tetapi sesuai judul yang saya
berikan diatas Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting bahwa downtime ini
memiliki beberapa jenis yang perlu diketahui, mungkin sampai saat ini anda
hanya memahami bahwa web anda mengalami downtime saat tidak bisa diakses.
Berikut ini adalah beberapa Jenis Downtime Hosting yang perlu anda
ketahui, dalam menggeluti dunia informatika, web development dan blogging :
Planned Downtime (downtime terencana) Sesuai namanya, downtime yang akan
dialami pelanggan sudah direncanakan sebelumnya. Misalkan ketika sebuah
perusahaan hosting akan mengupgrade hardware server atau me-restart server
karena ada upgrade software yang membutuhkan restart.
Semi Planned Downtime (downtime semi terencana) Semi Planned Downtime biasa
dilakukan karena secara mendadak namun terorganisir. Misalkan web server yang
digunakan memiliki versi PHP 4.x.x dan ternyata versi tersebut memiliki lubang
keamanan. Maka dilakukanlah upgrade versi PHP dan selama upgrade tersebut
kemungkinan layanan akan terganggu selama beberapa menit saja.
Unplanned downtime (downtime tidak direncana) Unplanned downtime biasanya
disebabkan karena server overloaded kemudian mengalami hang atau beberapa
masalah terjadi pada kinerja hardware seperti misalkan modul RAM rusak atau
ethernet mati.
Dengan
demikian anda sekarng tahu tentang Pengertian Dan Jenis Downtime Hosting dan
bagaimana downtime tersebut bisa terjadi karena ada beberapa hal. Semoga
berguna dan bermanfaat serta sekian postingan saya kali ini tentang Pengertian
Dan Jenis Downtime Hosting. Supaya uantuk mengembalikan basis data ke keadaaan
yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan.
3 Jenis
Pemulihan :
ü Pemulihan
terhadap kegagalan transaksi : Kesatuan prosedur alam program yang dapat
mengubah / memperbarui data pada sejumlah tabel.
ü Pemulihan
terhadap kegagalan media : Pemulihan karena kegagalan media dengan cara
mengambil atau memuat kembali salinan basis data (backup)
ü Pemulihan
terhadap kegagalan sistem : Karena gangguan sistem, hang, listrik terputus
alirannya.
Fasilitas
pemulihan pada DBMS :
Mekanisme
backup secara periodik
·
fasilitas logging dengan membuat track
pada tempatnya saat transaksi berlangsung dan pada saat database berubah.
·
fasilitas checkpoint, melakukan update
database yang terbaru.
·
manager pemulihan, memperbolehkan
sistem untuk menyimpan ulang database menjadi lebih konsisten setelah
terjadinya kesalahan.
Teknik
Pemulihan :
defered
upate / perubahan yang ditunda : perubahan pada DB tidak akan berlangsung
sampai transaksi ada pada poin disetujui (COMMIT). Jika terjadi kegagalan maka
tidak akan terjadi perubahan, tetapi diperlukan operasi redo untuk mencegah
akibat dari kegagalan tersebut.
Immediate
Upadate / perubahan langsung : perubahan pada DB akan segera tanpa harus
menunggu sebuah transaksi tersebut disetujui. Jika terjadi kegagalan diperlukan
operasi UNDO untuk melihat apakah ada transaksi yang telah disetujui sebelum
terjadi kegagalan.
Shadow
Paging : menggunakan page bayangan imana paa prosesnya terdiri dari 2 tabel
yang sama, yang satu menjadi tabel transaksi dan yang lain digunakan sebagai
cadangan. Ketika transaksi mulai berlangsung kedua tabel ini sama dan selama
berlangsung tabel transaksi yang menyimpan semua perubahan ke database, tabel
bayangan akan digunakan jika terjadi kesalahan. Keuntungannya adalah tidak
membutuhkan REDO atau UNDO, kelemahannya membuat terjadinya fragmentasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar